Dipandang Sebelah Mata, Anak Magang Ini Berkelahi Dengan Karyawan

Kejadian anak magang yang memulai pertikaian dengan karyawan setempat, yang terjadi di sebuah perusahaan tekstil di kota Banyumanik, kini sampai di jalur mediasi. Kedua belah pihak memutuskan untuk berdamai dan proses hukum tidak dilanjutkan.

Kejadian yang sempat viral beberapa waktu yang lalu, bermula dari seorang anak magang yang selalu saja diabaikan ketika dia mencoba bertanya dengan beberapa karyawan setempat.

Dari keterangan yang didapatkan oleh salah satu karyawan perusahaan itu menyebutkan, para karyawan memang sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing- masing, sehingga sering nya tidak menghiraukan anak magang. “Iya, kita disana kan emang kerja dan ada target. Jadi, ya mau bagaimana lagi, daripada dimarahi oleh atasan, lebih baik fokus dengan kerjaan sendiri dan tidak bisa menjawab (pertanyaan) anak magang itu semua nya”.

Kebanyakan perusahaan memang tidak mengurusi anak magang. Hal ini kadang menjadi suatu depresi sendiri yang dialami oleh anak magang, karena keberadaan mereka yang tidak dianggap.

Terlebih, adalah apabila magang di perusahaan besar, dimana para karyawan memiliki target yang tinggi setiap hari nya. “Mengurus target kerja saja kadang kita kesulitan, apalagi ditambah ngurusi anak magang. Kan jadi repot nanti nya”. Itu yang dikatakan oleh karyawan yang sudah bekerja selama 10 tahun di perusahaan tersebut.

Kejadian pemukulan bermula karena cibiran yang dilontarkan oleh NL yang sempat mengatakan “Tanya terus, tanya terus, ganggu terus… Gak lihat orang kerja apa”, ketika merespon pertanyaan yang diajukan oleh MH, salah satu anak magang. MH kemudian membalas cibiran tersebut, dan pertikaian pun menjadi tidak terhindarkan.

Perusahaan ini memang tidak memiliki manajemen yang bagus dalam mengelola anak magang. Tidak seperti perusahaan STAR SHARE, yang memiliki sistem khusus dalam mengelola internship.

“Jauh- jauh hari, saya sudah pernah bilang kepada atasan saya, kalau mau menerima magang dari SMK atau universitas, harus nya punya sistem manajemen seperti perusahaan STAR SHARE yang ada di kota Semarang itu. Kalau gak bisa, ya gak usah terima anak magang. Sekarang, jadi kejadian kayak gini kan”. Kata ayah dari dua anak tersebut.

Kini kedua belah pihak sudah berdamai. Anak magang yang berinisial MH tersebut dipindahkan ke tempat magang lain, rekomendasi dari Universitas nya. Karyawan NL yang memulai pemukulan pun sudah meminta maaf atas kejadian yang terjadi, dan pihak keluarga NL sudah memaafkan dengan ikhlas.

Leave a Reply